Kamis, 14 Oktober 2010

Investasi Emas

Berinvestasi dalam emas bisa menggunakan beberapa variasi media seperti emas batangan (lantakan), koin emas, tabungan emas, reksadana dengan underlying perusahaan pertambangan emas, maupun kontrak berjangka komoditi emas.
Nah, karena sebagian orang merasa kurang “mantap” berinvestasi emas tanpa memegang bentuk fisiknya, maka artikel ini lebih banyak membahas investasi emas yang berbentuk batangan atau koin. Apalagi, sebagian orang tak cuma menganggap emas sebagai investasi, tetapi juga koleksi.

Kelebihan & Kekurangan Emas

Emas nilainya cenderung stabil dan dianggap tak punya efek inflasi (zero inflation effect). Sangat jarang sekali harga emas turun. Emas juga bisa digunakan untuk koleksi dan perhiasan.
Emas bagus pula untuk diversifikasi. Misal Anda sudah berinvestasi di saham, obligasi, reksadana, properti, atau lainnya; membeli emas bisa jadi alternatif yang bagus. Apalagi di beberapa negara konon mengalami penurunan produksi emas. Karena peningkatan kelangkaan emas, bisa dipastikan harganya akan selalu naik.
Keuntungan lainnya, harga emas dipatok dalam USD. Kalau terjadi peningkatan nilai USD, Anda dapat dua keuntungan sekaligus, yaitu dari kenaikan dollar dan kenaikan harga emas itu sendiri. Namun, bila terjadi sebaliknya, hal ini bisa jadi pedang bermata dua.
Bila dibandingkan dengan berinvestasi langsung di mata uang USD, emas lebih menguntungkan. Di Indonesia, money changer relatif rewel. Mereka menghargai murah mata uang keluaran lama atau mata uang yang terlipat. Belum lagi ada risiko nomer seri palsu. Akibatnya, menyimpan mata uang USD harus selalu diperbarui. Berbeda dengan emas yang bisa dibeli dan didiamkan saja beberapa lama.
Kekurangannya terutama pada segi storage dan handling. Menyimpan “hard asset” seperti emas relatif beresiko dan mahal. Selain itu, apabila penyimpanan kurang baik, walau dibungkus protective cover, memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin, kalau jatuh, penyok, atau cuil (chipped), sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga. Kalau saya bilang, emas kurang cocok buat mereka yang ceroboh atau sembrono.
Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Juga, sangat tidak disarankan untuk berinvestasi emas hanya dalam jangka pendek (1 tahun atau kurang). Jadi, berdasar kelebihan dan kekurangan tersebut, menurut saya emas cenderung lebih tepat untuk “hedging daripada “investasi.”

Variasi Media Emas

Bentuk emas bermacam-macam. Yang paling umum adalah batangan (gold bar) menyerupai batubata dengan kadar 22 karat (95%) atau 24 karat (99%). Jenis ini dipandang yang paling baik karena di manapun dan kapanpun Anda jual, harganya selalu mengikuti harga internasional yang berlaku.
Selain itu ada juga emas berbentuk koin. Nilai dan kadarnya sama dengan emas batangan namun konon jumlahnya terbatas dan sulit dijumpai di pasaran. Ada koin yang harganya sampai lebih dari Rp 50 milyar karena ada variabel sejarah, kepemilikan, dan mungkin kejadian penting saat koin tersebut diluncurkan. Selain itu, kalau Anda ingin membeli koin emas, ada baiknya untuk memilih produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles. Mereka adalah produsen aset berkualitas dunia dan produknya diminati kolektor internasional.
Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Namun perhiasan kurang tepat untuk berinvestasi. Pertama, ada biaya pembuatan perhiasan yang membuat harga yang harus dibayar menjadi lebih tinggi. Kedua, perhiasan sifatnya subyektif, tergantung selera individu. Sangat mungkin Anda membelinya dengan mahal namun ketika dijual harganya jatuh karena modelnya tak lagi up to date. Pedagang di toko emas juga harus menanggung ketidakaslian dan penurunan kadar emas karena harus dilebur kembali.
Ada juga emas untuk naik haji (ONH). Selain untuk persiapan naik haji, emas juga bisa digunakan untuk berinvestasi. Misalnya kalau di tahun 90-an perlu 250-300 gram emas untuk naik haji, sekarang hanya perlu separuhnya saja. Hanya saja, emas bentuk ini sifatnya localized distribution dan kurang mendapat perhatian dunia.
Bisa juga berinvestasi secara tidak langsung lewat discretionary fund gold atau hedge fund gold—-namun agak susah kalau lewat Indonesia dan perlu dana yang cukup besar. Namun ada juga yang menawarkan reksadana emas yang masuk ke saham-saham perusahaan produsen emas. Ada pula sejumlah manajer investasi yang membuat semacam forward contract berbasis emas—-mirip dengan investasi di futures (derivatif) emas.
Di Indonesia ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang. Misalnya HSBC Syariah dan Bank Syariah Mandiri. Ada juga yang menawarkan dalam bentuk kontrak berjangka. Namun maaf, saya belum punya banyak informasi soal ini.
Oiya, ada sedikit catatan khusus emas putih. Emas putih murni dibentuk dari emas (75%) plus logam lain (platina) sehingga berwarna putih. Sementara emas kuning dibentuk dari emas ditambah kuningan. Tapi ada pula emas putih “murni” yang dibuat dari emas kuning yang diputihkan (dikrom). Emas putih yang murni seharusnya tidak akan pudar setelah digunakan beberapa lama.

Membeli dan Menjual Emas

Secara umum, Anda bisa membeli di toko emas atau Pegadaian. Khusus di Pegadaian, dapat melayani pembelian emas batangan bersertifikat PT.ANTAM dengan cara pembelian tunai maupun diangsur/cicil.Untuk tren emas, bisa dilihat di situs Kitco. Selain itu bisa dicek juga di situs Gold Price atau UBS Gold untuk melihat perkembangan harga terkini.
Makin berat emas yang kita beli, biasanya harga per gram menjadi lebih murah karena ada biaya pembuatan. Biaya pembuatan emas batangan 100 gram lebih murah daripada batangan 50 gram.  Untuk menjualnya, Anda bisa bawa kembali ke Antam, Pegadaian, atau ke toko emas dengan harga yang berlaku pada hari tersebut. Prosedurnya sederhana, mirip dengan menukar uang di money changer. Anda bawa emas, cek harga saat itu, lalu terima uang. Kalau harga sedang berfluktuasi, biasanya pada pukul 9.00 (jam buka) dan 12.00 ada perubahan harga dan penyesuaian.
Ada pula yang mengatakan bahwa emas buatan luar (misal Swiss/Credit Suise) cenderung dihargai lebih tinggi. Konon katanya berat emas buatan luar cenderung lebih banyak daripada yang tertulis dalam cetakan. Kalau tertarik, Anda bisa beli langsung (cash & carry) atau pesan jarak jauh/melalui agen penjual. Ada pula yang menyarankan untuk beli via eBay karena banyak penjual/kolektor yang bagus dan murah. Namun biasanya ada tambahan delivery charge dan insurance charge. Sementara pajak biasanya tidak ada (atau sudah include ke harga yang dibayar).
Yang jelas, selalu teliti sertifikat (berupa kertas kecil berhologram) dan kuitansi, lalu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya ada kode seperti 9999 atau 24 karat, nomer seri dan berat logam dengan cetakan tenggelam, dan logo pembuatnya.
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 02 Oktober 2010

Perkembangan Harga Emas

Secara jangka panjang emas cenderung meningkat harganya di pasar dunia. Memang emas tak selalu naik. Dalam jangka pendek emas sering mengalami masa fluktuasi yang curam juga. Seperti yang terlihat dari tabel www.kitco.com harga emas sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam pada awal tahun 2006 dan selaa periode akhir 2007 hingga awal 2009.
Meski begitu, seperti ditunjukkan oleh grafik, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir harga emas cenderung naik. Tujuh tahun lalu pada September 2002 harga emas Rp. 88.964/gram, lima tahun kemudian, september 2007 harganya menjadi Rp. 204.152/gram. Berarti dalam lima tahun harga harga emas meningkata sebesar 129%. Pada Desember 2009 harga emas menjadi Rp. 350.000/gram atau naik 293% dalam waktu tujuh tahun.
Oleh karena itu, investasi emas untuk jangka waktu pendek mungkin tak menarik. Tetapi akan menarik jika investasi dimaksudkan untuk jangka panjang.
Baca Selengkapnya...

Kamis, 30 September 2010

SMS Gratis.....

Bagi teman2 yang ingin sms secara gratis, silahkan gunakan aplikasi sms gratis di blog ini...mudah2an dapat membantu...apalagi saat pulsa sekarat....hehehe....
Baca Selengkapnya...

Rabu, 29 September 2010

Menghitung Harga Emas Hari Ini????

Belum banyak blog yang memasang widget harga emas. Padahal dengan memasangnya kita dapat mengetahui harga emas dan logam mulia, sehingga dapat kita jadikan sebagai pedoman jika suatu saat kita ingin berinvestasi dalam bentuk emas.

Salah satu kegunaan widget Harga Emas adalah kita dapat mengetahui harga emas dunia setiap saat dalam satuan dollar per troy oz. Satu troy oz sama dengan 31,1 gram.
Jadi untuk mengetahui harga emas dalam satuan rupiah adalah dengan membagi harga tersebut dengan 31,1 gram kemudian dikalikan dengan nilai kurs dollar saat ini.
Sebagai contoh :
Harga emas saat ini : $ 1311.50 (lihat tabel di bawah)
Kurs dollar saat ini : Rp 8.880 (lihat tabel di bawah)
Maka harga emas saat ini dalam rupiah adalah :
<=> {$1311.50 / 31,1} * Rp. 8.880
<=> Rp. 374,473-
Jadi harga emas 24 karat pada saat ini (pada saat postingan ini saya buat) adalah
<=> 374.473,-

Baca Selengkapnya...

Minggu, 26 September 2010

Memasang Ucapan Selamat Datang di Blog

Agar lebih menarik, kita bisa memberikan ucapan selamat datang berupa animasi lampu LED yang menarik kepada pengunjung blog. Ucapan selamat datang ini biasanya diletakkan pada BlogPost paling atas.
Ikuti langkah2 berikut:


1.Buka alamat web berikut http://superpimper.com/generators/ 
2.Geser ke halaman bawah dan temukan kategori Popular LED Scrollers.
 
3. Anda dapat memilih aneka efek LED yang menarik sesuai selera anda. Di sini saya memilih LED Tikcker.
4.Setelah halaman beralih,kita dapa melihat pengaturan efek yang kita pilih.
5.Selesai mengatur settingan efek, lanjutkan dengan menekan Preview and Get Code agar dapat melihat hasilnya dan mendapatkan kode HTML.
6.Setelah melihat hasilnya, tekan tombol Copy untuk menyalin kode HTML.
7.Buka halaman Blog anda. Layout > Page Element. Pilih Gadget HTML/JavaStrip kemudian paste kode HTML yang telah di Copy tadi. Selesai dan pilih Save.

Jangan lupa komentarnya yaaa....
 
 

Baca Selengkapnya...

Jumat, 24 September 2010

Cara Mudah Membuat Blog

Blog menjadi sebuah trend tersendiri saat ini. Awalnya sebagai media informasi dan komunikasi perorangan untuk aktualisasi diri. Tapi, akhirnya blog juga merambah institusi formal, tidak lagi pada perorangan atau pribadi. Institusi formal membutuhkan blog sebagai media social networking untuk menjaing pelanggan agar betah,
sementara perorangan atau individual menjadi media network juga antar sesama blog.


Bagi yang berminat membuat blog pribadi, silahkan pelajari sendiri di sini. Sangat mudah dan cepat kok....
Baca Selengkapnya...